Sabtu, 27 Februari 2016

Propeller shaft



Propeller shaft / biasa disebut kopel, berfungsi untuk menghubungkan serta meneruskan putaran dari transmisi ke differential/gardan, biasanya digunakan pada kendaraan dengan sistem penggerak roda belakang, 4 Wheel Drive (4WD), serta All Wheel Drive (AWD)
Propeller shaft terpasang antara transmisi dan gardan, biasanya pada propeller shaft terdapat komponen yang bernama universial jont, untuk memungkinkan terjadinya perpindahan tenaga dengan lembut tanpa dipengaruhi oleh perubahan sudut.

Ada dua bentuk universal joint
11  Tipe dua joint , menggunakan dua sambungan biasanya digunakan pada mobil dengan penggerak roda belakang dengan chacis yang pendek


22     Tipe 3 joint, menggunakan 3 sambungan universal joint , untuk penggunaan sasis yang panjang



Bagian bagian universal joint terbagi 2
11     Hooke’s joint
Ada dua macam:
aa     Solid bearing cup (dapat dibongkar)
bb     Sheel bearing cup (tdk dapat dibongkar)

22    Flexible joint
Slip yoke berfungsi untuk mengimbangi adanya perubahan jarak antara transmisi dan differential

Sabtu, 20 Februari 2016

Macam-macam Gangguan/Kerusakan Transmisi Manual

1.   Pemindahan antar gigi sulit
a. Poros persneling atau penyambung bengkok 
b. Kabel kopling tidak disetel dengan baik 
c. Garpu persneling aus 
d. Poros persneling aus 
e. Roda gigi atau selongsong synchronizer macet pada poros atau pemutarnya 
f. Cincin atau pegas  penyerempak aus 
g. Gigi eksternal aus atau mengelupas 
h. Poros input atau bantalan pilot bengkok 
i. Level pelumas rendah 
j. Menggunakan pelumas yang tudak sesuai


2.   Transmisi macet pada salah satu gigi  
a. Poros persneling atau penyambung bengkok 
b. Penekan persneling macet 
c. Kopling tidak terbatas
d. Penyerempak macet
e. Level pelumas rendah 

3.   Transmisi melompat antar gigi
a. Pegas penekan lemah
b. Bantalan poros input atau output aus
c. Bantalan pilot aus
d. Poros atau roda gigi koclak berlebihan
e. Selongsong penyerempak aus
f. Pasak poros input longgar atau patah
g. Rumah kopling atau transmisi longgar
h. Transmisi tidak sejajar

4.   Terjadi benturan roda gigi
a. Penyerempak aus
b. Kopling menggesek
c. Bantalan pilot atau poros input bengkok
d. Kecepatan idle engine tinggi
e. Level pelumas rendah atau kualitas pelumas tidak sesuai

5.   Transmisi gaduh/kasar pada roda gigi
a. Cakram kopling rusak
b. Celah antara roda gigi dengan poros utama berlebihan
c. Bantalan aus atau rusak
d. Gigi pada roda gigi patah
e. Roda gigi pinion speedometer aus
f. Penyerempak aus
g. Bantalan pilot aus
h. Level pelumas rendah
i. Transmisi tidak sejajar
j. Bantalan poros counter aus atau cincin menjepit

6.   Transmisi gaduh/kasar pada saat netral
a. Bantalan poros input aus
b. Roda gigi aus atau patah

7.   Transmisi gaduh/kasar pada saat mundur
a. Roda gigi idle mundur atau bos poros aus/rusak
b. Roda gigi mundur pada poros utama aus/rusak
c. Roda gigi counter aus atau rusak
d. Mekanisme pemindah rusak